Saturday, 13 August 2016

Reaksi Tubuh Terhadap Vaksin

Apabila ramuan vaksin tersebut memasuki aliran darah anak. Tubuhnya akan segera bertindak untuk menyingkirkan racun tersebut melalui organ ekresi atau melalui reaksi imun seperti demam, bengkak atau ruam pada kulit. Apabila tubuh anak kuat untuk meningkatkan reaksi imun, tubuh anak mungkin akan berhasil menyingkirkan vaksin tersebut dan mencegahnya terjangkit kembali di masa yang akan datang. Akan tetapi jika tubuh anak tidak kuat untuk meningkatkan reaksi imun, vaksin beracun akan bertahan dalam tisu tubuh.

Timbunan racun ini dapat menyebabkan penyakit seperti diabetes pada anak-anak, asma, penyakit neurologi, leukimia, bahkan kematian mendadak. Ratusan laporan mencatat kesan sampingan jangka panjang yang buruk berkaitan vaksin seperti penyakit radang usus, autisme, esenfalitis kronis, skelerosis multipel, artritis reumatoid dan kanser. Sebagian vaksin juga diketahui menyebabkan kesan sampingan jangka pendek yang serius.

Pada 12 Julai 2002, Reuters News Service melaporkan hampir 1000 pelajar sekolah dibawa ke hospital setelah disuntik vaksin Ensefalitis di timur laut negara China. Para pelajar itu mengalami demam, lemah, muntah dan dalam beberapa kes terkena serangan jantung setelah divaksinasi.

No comments:

Post a Comment