Wednesday, 31 August 2016

Tiga Mitos Menyesatkan mengenai Vaksin


 Vaksin begitu dipercayai sebagai pencegah penyakit. Hal ini tidak terlepas dari adanya 3 mitos yang sengaja disebarkan. Padahal, hal itu berlawanan dengan kenyataan.

1. Effektif melindungi manusia dari penyakit.

Kenyataan: Banyak penelitian perubatan mencatat kegagalan vaksinasi. Campak, beguk, polio, terjadi juga di pemukiman penduduk yang telah diimunisasi. Sebagai contoh, pada tahun 1989, wabak campak terjadi di sekolah yang mempunyai vaksinasi lebih besar dari 98%. WHO juga menemukan bahwa seseorang yang telah divaksin campak, mempunyai kemungkinan 15 kali ganda untuk mendapat penyakit tersebut daripada yang tidak divaksin.

2. Imunisasi merupakan sebab utama penurunan jumlah penyakit.

Kebanyakan penurunan penyakit terjadi sebelum diperkenalkan imunisasi secara menyeluruh. Salah satu buktinya, penyakit-penyakit berjangkit yang boleh membawa maut di US dan England mengalami penurunan sebesar 80%, itu terjadi sebelum ada vaksinasi. The British Association for the Advancement of Science menemukan bahawa penyakit anak-anak mengalami penurunan sebesar 90% antara 1850 dan 1940, dan hal itu terjadi jauh sebelum program imunisasi diwajibkan.

3. Imunisasi benar-benar selamat bagi anak-anak.

Yang benar, imunisasi lebih besar bahayanya. Salah satu buktinya, pada tahun 1986, kongres US membentuk The National Childhood Vaccine Injury Act, yang mengakui kenyataan bahawa vaksin dapat menyebabkan cedera dan kematian.

No comments:

Post a Comment